Ida Ratna Isaura

Menyimpan Kesedihan Mengabadikan Kebahagiaan, Karena Aku Adalah Keduanya

Pagi Belia Dan Segala Yang Masih Jadi Pertama

Kenangan kerap bermula dari pagi hari. Saat daunan kehilangan embun, dan gadis dengan rok biru tua menyibak segala kisah pertama. Ia mulai menulis nama pada meja. Nama lelaki yang bukan teman sekelasnya. Maka ia sering menengok keluar jendela, berharap pada sebuah pintu atau arah yang entah, lelaki yang ia tulis namanya bisa ia lihat dari balik jendela. Sehingga degup jantungnya tak lagi bisa menyimpan warna merah rahasia.

Ia akan bercerita pada teman sebangkunya. Sahabat paling istimewa yang tak pernah jemu mendengar kisah kecilnya. Lalu ia mulai belajar menulis puisi. Dengan kata-kata seadanya, ia merangkai setiap degup menjadi cerita. Dengan ungkapan sederhana, ia mulai menulis diam yang ingin diungkapkannya. Sampai disitu, ia mulai bertanya: siapa gerangan Kahlil Gibran? Lembar demi lembar ia baca dengan mata bercahaya. Ia membawa buku sang pujangga itu kemana saja. Seperti kompas, penunjuk arah bagi perasaannya.

Lalu ia membeli sebuah diary, juga binder merah muda dengan kertas warna-warni di dalamnya. Ia mulai belajar menghafal dan menyanyikan cinta pada lagu kesukaannya. Menulis lirik-lirik lagu lembar demi lembar. Juga menulis nama yang rahasia itu, nama lelaki yang disukainya, dengan tinta sewarna rona wajahnya. Nama itu sungguh berarti, seperti jimat baginya. Hingga ia merasa perlu menuliskannya dimana saja.

Lalu ia membeli majalah remaja. Memuja ramalan bintang, berharap ramalan itu menuliskan nasib baik baginya, balasan cinta untuknya. Ia pun memberanikan diri berkirim salam di radio. Setiap malam pada jam yang sama, ia akan menyebut nama lelaki itu dalam telepon. Bergetar suaranya, seolah ia tahu lelaki itu sedang mendengarkan channel radio yang sama.

Entah kenapa. Gadis dengan rok biru tua itu suka sekali melongok melihat kolong meja. Melihat nama rahasia yang pernah ia tulis disitu terasa begitu bermakna. Selalu. Setiap pagi ia berdoa. Berharap sebuah surat cinta akan ia temukan di kolong mejanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19 Januari 2012 by in CERITA-CERITA and tagged , , .
%d blogger menyukai ini: