Ida Ratna Isaura

Menyimpan Kesedihan Mengabadikan Kebahagiaan, Karena Aku Adalah Keduanya

Seandainya Ada Tuhan

6ca31e30ef7173fb27b9080cb419a3e1-d4zd2j0

Aku masih setia pada ilusi

Menipu impian

Membaca arah kompas yang keliru sepanjang jalan

Entah kenapa kita masih saja bertahan

Melalui ruas-ruas yang kita paham ujungnya:

Perpisahan

 

Mungkin tak ada arah yang benar

Bagi kita untuk berjalan

Betapa sia-sia

Kita merusak hari-hari dengan rindu

Hingga senja

Nyala perih perpisahan yang nyata

 

Hingga malam bisu

Tak ada bintang untuk bertukar rindu

Kita mesti terpaksa jadi masalalu

Menjadi lagu yang terdengar perih pada playlistmu

 

Andai kau punya Tuhan

Mestinya tak begini

Seandainya ada Tuhan

Mestinya kita masih punya harapan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Januari 2012 by in PUISI and tagged , , .
%d blogger menyukai ini: