Ida Ratna Isaura

Menyimpan Kesedihan Mengabadikan Kebahagiaan, Karena Aku Adalah Keduanya

He’s Not Romeo

the_book_by_fruitpunch1-d3dwy10

Takdir akan membawamu kemari, Romeo, seperti cerita-cerita itu. Membawa kita pada sebuah pesta tempat merayakan pertemuan pertama kita. Kota ini bukan Verona. Dan aku tak sedang berada di sebuah balkon. Tapi aku tlah mengadakan pesta demi pesta. Puluhan kali, bahkan ratusan kali, demi menyambut kedatanganmu dan cintamu.

Julieta metutup sebuah novel di tangannya. Sebuah novel yang menuliskan mimpi-mimpinya. Tentang romeo dan puisi-puisi. Malam ini, di sebuah pesta Valentine, di taman rumahnya yang indah. Semua orang yang datang mengenakan gaun sangat cantik. Julieta diam memandang sampul novel itu. Barangkali ia hanyalah seorang pemimpi. Berharap hari akan berakhir romantis dalam balutan pesta.

“Kau belum juga turun, Julieta?” Ayahnya menegur dari pintu kamar.

“Sebentar lagi, Ayah.” Dia menatap sang ayah dengan semburat sedih kesendirian yang tak bisa di sembunyikan. Ayahnya tersenyum lembut.

“Masih belum lelah menanti Romeo, Julieta? Jika Romeo benar-benar ada, mestinya ia sudah datang saat pesta pertama. Percayalah, ayah sudah mencari lelaki bernama Romeo di penjuru kota ini, dan hasilnya, nama itu hanya ada di toko buku, dan di novel yang kau punyai itu.” Ayahnya sedikit tertawa. Julieta menunduk kesal.

“Tapi sebagai gantinya, ayah membawakanmu sebuah nama yang lain. Ayah pikir, kau pasti suka. Turunlah, dia sudah cukup lama menunggu.”

Julieta menoleh cepat ke ayahnya.

“Perjodohan???!”

“Jangan menatap ayah begitu.”

“Teganya…….!! Ayah kan tau aku tidak suka dijodohkan!”

“Ayah rasa, kau harus segera jatuh cinta, Julieta. Mungkin kekuatan cinta bisa membuatmu berhenti menghabiskan uang untuk mengadakan pesta.” Senyum ayah semakin lebar.

“Tapi…..” Ia memandang ayah dengan tatapan penuh penolakan.

Namun pesta-pesta selama ini mungkin terasa menyusahkan. Sang ayah terlalu memikirkannya akhir-akhir ini. Maka ia pun menuruti kata ayah. Ia berjalan menuruni tangga bersama ayah di belakangnya.

“Ini dia Julieta, Lious.” Ayah mengerdipkan sebelah mata pada lelaki berbaju putih yang duduk menghadap ke arahnya.

“Kau…………!!!!” Julieta sangat terkejut! Ia memandang ayahnya. Lalu memandang lelaki itu. Memandang ayahnya lagi. Lalu memandang lelaki itu lagi.

“Kau rupanya, Julieta. Kita bertemu lagi. Setidaknya malam ini, kau lebih cantik dari pada hari itu.” Lelaki itu menunjukkan senyum setannya. Senyum setan yang membuatnya lebih pantas mengenakan baju merah dan dua tanduk di kepala. Sungguh!

“Oh, rupanya kalian sudah saling kenal. Akan lebih lancar bila begini. Berjalan-jalan lah di taman.”

Ayah tertawa dan berjalan meninggalkan Julieta di tengah kekonyolan yang terjadi. Bagaimana tidak?! Lelaki itu adalah lelaki yang ia temui di jalan beberapa minggu yang lalu. Dan ia melempar kulit pisang ke arah Julieta! Tepat di mukanya! Julieta masih tak bisa melupakan hari itu! Orang-orang di jalan menertawakannya, juga sekawanan lelaki pemakan pisang di sebelah pemuda itu. Ya, ia namai itu tragedi pisang. Dan kini, si pelempar kulit pisang itu berada di depannya. Di pestanya. Dan sang ayah hendak menjodohkan lelaki itu dengan Julieta!

Lious berjalan ke arah Julieta. Memberikan tangannya untuk menggandeng.

“Mau berjalan di taman bersamaku, Julieta?”

Julieta diam memandangnya. Lious tersenyum. Sepertinya Lious bisa menangkap bayangan kulit pisang menari-nari di kepala Julieta.

“Kau cantik.” Entah kenapa jantung Julieta berdebar kencang. Dan crayon merah itu mewarnai kedua pipinya.

Julieta menyambut tangan Lious. Lalu berjalan di taman yang terhias indah. Gaun cerah berwarna-warni menghiasi taman. Perempuan-perempuan itu memandang takjub mereka berdua. Sebagian dari mereka menyapa, dan Julieta memberikan senyum terbaiknya.

“Jadi, namamu Lious?”

“Sayangnya, bukan Romeo,”

“Tapi namamu bagus.”

“Oya? Jadi kau suka?”

“Tidak juga, hanya memuji.” Jawabnya ketus. Lious tertawa.

“Kau mau pisang?” Julieta memicingkan mata.

“Hei! Dari mana kau dapat pisang itu? Sangat tidak romantis.”

“Ha-ha-ha….. Tidak romantis ya melempar perempuan cantik dengan kulit pisang.”

“Kau…………”

“Aku tak sengaja Julieta, sungguh! Maafkan aku soal kejadian itu ya.”

“Sepertinya kau selalu membawa pisang kemana-mana.”

“Ya, aku selalu membawanya” Lious menatap Julieta dengan senyum setannya.

Julieta menoleh dan memicingkan mata untuk yang kesekian kalinya, mencoba menangkap maksud ucapan Lious perihal sebuah pisang, dan…………

“Jangan membayangkan yang tidak-tidak, Julieta. Tak baik berpikiran kotor. Hahaha.…..”

“KAU…………….!!!!! Kau sangat menyebalkan!!!!” Lious semakin tertawa, menikmati kekesalan Julieta.

“ Dan…. Kau bukan orang pertama yang mengatakan itu padaku.” Sahut Lious disela tawa.

Julieta tak tahan lagi. Ia merasa Lious mempermalukannya. Ia pun berlalu, mengacuhkan Lious yang sepertinya berusaha meminta maaf. Julieta tak peduli. Pesta itu kemudian berlalu sangat membosankan, seperti pesta-pesta sebelumnya.

********************

Gadis itu duduk memandangi kaca. Harus berapa lama lagi Julieta? Yang tak ada tak akan pernah menjadi ada hanya karena kau meyakininya. Atau lebih buruk lagi, hanya karena kau mengharapkannya ada. Ini bukan abad pertengahan dimana mantera atau asap dupa dapat membuat mimpimu jadi nyata. Begitu banyak hal berkecamuk di kepalanya.

Julieta meraih mawar yang tergeletak di meja. Memandangi kelopak-kelopaknya yang masih segar. Entah itu tangkai keberapa yang terkirim kepadanya. Dan semua tangkai itu mewakili satu nama: Lious. Di iringi kertas-kertas yang terselip diantara bunga. Berisi permintaan maaf, kata-kata romantis sampai banyolan-banyolan. Sungguh lelaki yang pantang menyerah, pikir Julieta. Dan tiga bulan melakukan itu terus menerus bukanlah hal mudah.

Ia membaca lagi kata-kata pada secarik kertas yang menyertai mawar itu.

“Julieta, seandainya aku tahu begitu buruk akibat yang ditimbulkan sebuah kulit pisang. Mungkin aku memilih untuk tidak makan pisang seumur hidupku. Atau bila tetap memakan juga, maka aku harus memastikan bahwa kulitnya tak bersisa. Julieta, kau membuatku menjadi lelaki pertama di dunia yang trauma karena sebuah kulit pisang. Salam Lious!”

Julieta tersenyum kecil. Entah bagaimanapun khayalannya tentang Romeo, tapi baru kali itu ada lelaki yang meminta maaf dengan sangat manis padanya. Lelaki yang terasa begitu ingin memilikinya. Dan lelaki itu adalah Lious. Maka ia membaca lagi tulisan demi tulisan yang menyertai mawar itu.

“Julieta ! Mereka bilang hati wanita seperti kaca. Saat ia pecah, maka tak ada jalan untuk menyatukannya. Dan bila hatimu adalah kaca. Aku tak tahu apakah aku pernah memecahkannya. Tapi aku siap untuk mengumpulkan serpihan-serpihannya. Walau membutuhkan waktu seumur hidupku. Aku akan mencari cara untuk membuatnya kembali utuh.”

Lalu.

“Julieta Aku pernah mendengar. Terkadang alasan wanita membenci seorang pria, karena ia menyukai pria itu. Aku tak tahu apakah kau membenciku Julieta. Tapi aku berharap kau punya perasaan yang kau simpan untukku.”

Julieta mulai merasa ragu dengan kemarahannya sendiri. Jauh di dalam hatinya yang paling jujur, ia takut tak menerima tangkai-tangkai mawar lagi. Ia tak ingin Lious hilang, sedangkan Romeo tak kunjung datang.

******************

“Tidak pernah ada  nama Lious tinggal di apartemen ini.” Ucap lelaki setengah baya yang ditemui Julieta. Dia adalah pengelola apartemen yang alamatnya tertera pada tulisan yang masih harum mawar.

 “Tapi…. Apartemen ini sesuai dengan alamat yang tertulis disini.” Julieta memperlihatkan secarik kertas pada orang itu. Lelaki itu membacanya sejenak. Lalu berpaling kearahnya.

“Seperti apa orangnya? Barangkali saya tau.”

Julieta pun menerangkan ciri-ciri Lious pada Lelaki itu. Ia jadi teringat senyum setan Lious. Juga wajah cerianya.

“Adik!” Lelaki itu menghela nafas, “Kamu masih muda dan juga cantik. Lupakan siapapun lelaki yang kamu maksud itu. Disini tak penah ada nama Lious.”

“Tapi Pak….!”

 “Baiklah. Disini memang pernah ada lelaki seperti yang kau maksud. Tapi namanya Arthur dan dia sudah pergi.”

“Arthur?”

“Ya. Tapi sepertinya dia laki-laki brengsek. Kau bukan wanita pertama yang mencarinya. Entah apa yang sudah dia lakukan sehingga begitu banyak wanita yang kelihatan begitu marah kepadanya. Dari cerita yang pernah kudengar, ia memanfaatkan wanita-wanita kaya untuk membiayai hidupnya. Menguras mereka lalu menghilang.”

Julieta terhenyak. Ia sungguh tak tahu harus bereaksi seperti apa. Terlalu banyak hal yang kini memenuhi kepalanya. Julieta tak pernah mengira akan seperti ini jadinya.

“Jadi sekarang ruangannya sudah kosong, ya?” Tanya Julieta pelan. Tatapan mata Julieta berurai kesedihan. Menunduk wajah cantiknya.

 “Sekarang sudah ada yang menempati.”

Julieta mengangkat kepala menatap lelaki itu. Lelaki paruh baya itu tersenyum.

“Baiklah, kau boleh memeriksa kesana agar kau yakin apakah Lious yang kau maksud masih ada.” Katanya seolah bisa membaca apa yang Julieta pikirkan.

Julieta hanya ingin meyakinkan dirinya. Sembari berharap apa yang disampaikan pengelola apartemen itu adalah kesalahan belaka. Ia berjalan ketempat yang ditunjukkan lelaki paruh baya itu. Setelah memastikan tempat yang dituju benar. Dengan sedikit ragu ia mengetuk pintu apartemen itu. Pintu terbuka. Seorang Lelaki menatapnya. Dan dia bukan Lious.

“Maaf…. Sepertinya saya salah orang.” Julieta berusaha menyembunyikan raut kekecewaannya. Ia pun berlalu sembari membuang kertas wangi mawar.

Lelaki itu masih tak henti menatap Julieta. Lalu memungut kertas yang telah jatuh di lantai.

“Julieta……….” Pemilik nama itu menoleh dan menghentikan langkahnya.

“Mungkinkah kau Capulet yang aku cari? Namaku Romeo……..”

Kota ini bukan Verona. Dan ini bukan balkon Juliet. Bukan juga dalam gemerlap pesta-pesta saat aku berjumpa denganmu. He’s not Romeo, but You! Andai kau tahu betapa berartinya nama itu bagi aku, Juliet!

******************

[ KCV ] KOLABORASI CERPEN VALENTINE

with : kak Abieomar🙂

26 comments on “He’s Not Romeo

  1. Eko Wardoyo
    14 Februari 2012

    baguusssssss ƪ(♥•*⌣*•♥)Ʃ

    mbak ida aku boleh minta beberapa kata lious untuk seseorang ya /(^.^”) Hehehehehe

    • Ida Ratna Isaura
      14 Februari 2012

      makasii kak😀

      boleh kok😀 hehehhe

      itu kata2 Lious yang bikin bagiannya Kak Abieomar🙂

      aku yang awal2nya🙂

      • Eko Wardoyo
        14 Februari 2012

        d(^o^”) kerennnnn, pasti si dia dia dia

        luluh kalo lagi ngembek /(^.^”)

      • Ida Ratna Isaura
        15 Februari 2012

        hahahhaha. . . . dia dia dia sapa tuuuhhhh. . . . .😛 wkwkwkwk

        kata2 mana yang bikin luluhh???😀

  2. Falzart Plain
    15 Februari 2012

    kisah yang rapuh…
    Jadi… jadi… jadi… Romeo ternyata… dan Lious ternyata…. binngung…
    Tapi, bagus juga… kisah antara nama dan orang…

    • Ida Ratna Isaura
      15 Februari 2012

      Lious itu ternyata brengsek. . .
      teuz endingnya ketemu Romeo😀
      hehehehhe

      tapi, aku agak kasian juga sama Lious😀

      • Falzart Plain
        15 Februari 2012

        Semestinya bagi seorang Julieta, Lious belumlah seorang lelaki brengsek. Karena ke-brengsek-an si Lious itu bukan dia tujukan untuk Julieta. Buktinya adalah si Julieta mencari Lious bukan karena marah, Julieta belum terbukti ‘tertipu’ dengan Lious, berbeda dengan wanita lainnya.

        Selain itu, saya menilai Lious itu ‘berhasil’ merebut hatinya si Julieta melalui surat-suratnya. Maka dari itu, seharusnya Julieta tidak akan semudah itu mempercayai si Lelaki paruh baya, dia pasti akan lebih percaya pada Lious dan mencoba menemuinya. (#mencoba menganalisis)

      • Ida Ratna Isaura
        15 Februari 2012

        woooooowwww terima kasih analisisnya😀

        begini pernyataan saia:
        sebenarnya yang bagian itu bukan saia yang bikin,
        saia bikin awalnya, memang dengan tujuan awal Julieta akan bersama Lious akhirnya,
        makanya Judulnya He’s Not Romeo, dalam artian: cz He’s Lious.

        selanjutnya, hak kak Abieomar untuk melanjutkan hingga akhir cerita😀
        memang, kak Abie disini menunjukkan sisi pengorbanan Lious mengirim tangkai mawar dan ucapan2 itu, hingga membuat Julieta merasa tak ada lelaki yang semanis itu sama dia.

        tapi, hilangnya Lious tanpa kabar dan tanpa ucapan perpisahan mungkin bisa jadi kunci,
        ada apa dibalik hilangnya orang yang tiba2 seperti itu. . .

        (menurut saia) kenapa Julieta sebaiknya percaya dengan lelaki paruh baya itu?
        karena dia bukan orang yang punya kepentingan atau akan diuntungkan dengan buruknya citra Lious🙂 dia adalah penjaga apartemen yang dengan posisi nya itu, saya rasa tak ada motif tertentu untuk menjelek2kan citra mantan penghuni apartemen,
        menurut saia, dia hanya sekedar kasihan dengan Julieta.🙂

        begitu kira2 kak Falzart😀
        salam sastra😀

      • Falzart Plain
        16 Februari 2012

        Belum nangkep. Mestinya ada lanjutannya nih… (ngegantung nih)
        Masa Julieta akan menyerah secepat itu? Hanya dengan kata-kata lelaki paruh baya yang hanya sesaat itu? Menurutku kalau perasaan itu tidak akan ‘semudah’ itu ‘dijinakkan’ dan ‘digantikan’. Menurutku, seorang Julieta akan mencari Lious untuk mendengar yang sebenarnya dari mulut Lious sendiri. Jadi, dia tidak akan semudah itu jatuh pada ‘Romeo’ barunya…

      • Ida Ratna Isaura
        16 Februari 2012

        hahaha. . . . kalo dilanjutin ntar jadi novel kak😀

        ya, memang harusnya perasaan itu tak mudah digantikan iah kak😀

        tapi di cerpen itu tertulis: “Ia tak ingin Lious hilang, sedangkan Romeo tak kunjung datang.”
        jadi, dari situ kita bisa menebak sebenarnya perasaan “macam” apa yang dirasakan Julieta thd Lious.🙂 sampai tahap itu, Lious bukan Lelaki yang diharapkan Julieta untuk tetap datang.
        Julieta merasa Lious yang terbaik saat itu “dengan tidak adanya pembanding”.
        Julieta dalam cerita ini belum menancapkan perasaannya secara dalam. Mungkin ini yang dinamakan ragu. hehehehehhehehe😀

        btw, aku suka cara kamu bilang ‘romeo’ baru😀
        sudut pandang yang berbeda dengan yang digunakan kak Abieomar😀

      • Falzart Plain
        16 Februari 2012

        Menebak-nebak supaya seru:
        1. Julieta berpindah kepada sang Romeo
        2. Taksengaja bertemu Lious
        3. Galau #Whaaaaa!!!!
        4. Lious ternyata jadi orang baik-baik, mencoba menemui Julieta
        5. Suatu kejadian terjadi, menjadikan Lious harus meninggalkan Julieta untuk hal terbaik bagi keduanya.

        atau:

        4. Lious tetap brengsek, tapi Julieta punya kecenderungan lebih ke Lious
        5. Julieta mengejar-ngejar Lious, sementara Lious melarikan diri karena menginginkan yang terbaik untuk Julieta
        6. Romeo yang ditinggalkan mencoba merebut kembali Julieta, tetapi akhirnya pasrah karena kecenderungan Julieta terhadap Lious
        7. Suatu kejadian membuktikan Lious ternyata ‘benar-benar’ brengsek dan menyakiti hati Julieta/ Lious mati. Julieta kembali kepada Romeo.

        Hahay…😆

      • Ida Ratna Isaura
        16 Februari 2012

        ada juga option lain :
        1. Julieta kenalan sama Romeo
        2. ternyata Romeo itu raja gombal
        3. Julieta suka di gombalin
        4. Lious balik lagi mempertanyakan cinta Julieta
        5. Lious dan Romeo saling lempar rayuan gombal n banyolan buat menangin hati Julieta
        6. keputusan akhir Julieta, masih nunggu wangsit😆

        atau. . . . . . . . .

        1. Julieta deket sama Romeo
        2. Eh ternyata Romeo itu cowok yang nggak asik, ngebosenin
        3. Parahnya Romeo engga pinter bikin puisi pula (masih mending Lious)
        4. Akhirnya Julieta galau dan mulai suka makan pisang
        5. Julieta nyari Lious engga ketemu, teuz pas di jalan mukanya dilempar kulit pisang lagi sama orang. tapi dia bukan Lious. namanya Falzart😛
        dan. . . . . eng ing eng. . . . .😛 wkwkwkwk

      • Falzart Plain
        21 Februari 2012

        Eh, kok bawa-bawa nama saya?

      • Ida Ratna Isaura
        21 Februari 2012

        hahaha. . . . becanda kakak😛

        menyatukan tokoh cerita dan pembaca😀 hehehhe

  3. elfarizi
    15 Februari 2012

    “Julieta, seandainya aku tahu begitu buruk akibat yang ditimbulkan sebuah kulit pisang. Mungkin aku memilih untuk tidak makan pisang seumur hidupku. Atau bila tetap memakan juga, maka aku harus memastikan bahwa kulitnya tak bersisa. Julieta, kau membuatku menjadi lelaki pertama di dunia yang trauma karena sebuah kulit pisang. Salam Lious!”

    Demen dah suratnya ini,
    btw … kok Julietta marah pas Lious bilang ia selalu bawa pisang hehehe😆

    • Ida Ratna Isaura
      15 Februari 2012

      hahaha. . . . iya saia juga demen kata2 itu😀

      kak Abie kereeennnnn bikinnya😀 hehehehhe

      orangnya yang bikin emang asli gokill, makanya jadi gitu😛

      hehehehhehehe

      • Ida Ratna Isaura
        15 Februari 2012

        ada yang kelupaan belum dijawab:

        itu Julieta marah cz Lious bilang jangan berpikiran kotor,
        kan Julieta malu, hehehhehe
        kepergok mikir pisang yang laen. . . .

  4. Pyan Sopyan Solehudin
    15 Februari 2012

    bagus ceritanya dan cara penulisannya bagus. Aku hanya jadi ingat sebelum Romeo jatuh hati pada Juliet, ia telah dicampakkan oleh Rosaline..

    • Ida Ratna Isaura
      16 Februari 2012

      makasii kak apresiasinya🙂

      wah,, suka baca fiksi juga ya?🙂
      hehe😀

  5. elfarizi
    17 Februari 2012

    ooo … ceritanya terus dilanjut ini yaaa …

    • Ida Ratna Isaura
      17 Februari 2012

      hehehe. . . engga kok kak😀
      udah cukup segitu ajah,
      endingnya saia serahkan pada imajinasi pembaca🙂

  6. susu segar
    17 Februari 2012

    wah kema aku harus berimajinasi hehehehhe. .. . maap baru bisa hadir… keren da tulisannya.. .

    • Ida Ratna Isaura
      18 Februari 2012

      makasiii kak. . .🙂
      btw, aku comment di blog kamu kok engga bisa teuz ya??

      • susu segar
        18 Februari 2012

        masa si gak bisa. .. . ??? coba lagi deh. . . . aku sangat menunggu kunjunganmu. . . . hehehehehee

      • Ida Ratna Isaura
        18 Februari 2012

        iyaaa kak🙂

        aku coba berkali2 engga bisa. . .

        dulu2 juga gitu. . .

        udah submit tapi commentnya engga keluar. . . hehe

      • Ida Ratna Isaura
        18 Februari 2012

        ya ampun kak susah banget. . .

        aku nyoba udah ada lebih dari 10 kali. . .

        tapi kotak komentar nya ilang teuz. . . .

        coba lead di pengaturannya deh,

        kali ajah bisa lebih mudah buad komentar😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 14 Februari 2012 by in CERITA-CERITA and tagged , , , , .
%d blogger menyukai ini: