Ida Ratna Isaura

Menyimpan Kesedihan Mengabadikan Kebahagiaan, Karena Aku Adalah Keduanya

Reys Realisku

friendship

 

Dia teman pertamaku di Surabaya. Seseorang yang memiliki bakat berkomunikasi yang sangat baik. Seorang pelindung, pendengar, seorang perempuan yang tangguh dan penuh keberanian. Dia mengajakku berkenalan lebih dulu dengan keyakinan bahwa aku akan memiliki ikatan yang karib dengannya.

 

Dia memasukkanku kedalam dunianya. Mengenalkanku dengan teman-temannya. Mengajakku kemana saja dan menunjukkan padaku banyak hal yang belum kutahu. Aku begitu senang bermanja-manja seperti tak pernah ingin menjadi dewasa. Lalu dia akan tertawa melihat kepolosanku, cara berpikirku yang aneh, atau kebodohan-kebodohan memalukan yang tidak umum.

 

Kami tinggal di tempat yang sangat sepi di siang hari, dan sangat menakutkan di malam hari. Di tempat itu, aku mengenal satu demi satu kesedihan, kegagalan, kerinduan, penyesalan. Lalu kami akan berbagi kisah untuk saling menguatkan. Dan terkadang kami saling bercerita hanya untuk sekedar memberitahu bahwa kami punya kisah dan rasa sakit yang hampir sama.

 

Dulu kami hanya memiliki satu payung untuk kami pakai bersama. Sehingga jika hujan turun, kami akan berlindung, saling merapat dibawah payung sedang satu sisi bahu kami tetap terkena air hujan. Sebuah payung berwarna pink yang sekarang sudah tidak ada.

 

Akhir-akhir ini, kami sering tidur larut untuk membicarakan kerinduan kami akan masa lalu. Saat kami masih berada di tempat yang lama dan banyak hal berat yang harus kami hadapi bersama. Dan akan selalu begitu. Akan ada hal-hal yang selalu ingin kami ulangi meski dulu hal itu tidak semudah yang kami bayangkan sekarang.

Dia mengenalkanku dengan teman-teman terbaik dan membuatku merasa tempat yang bukan merupakan persinggahanku menjadi sebuah tempat yang akrab dalam ingatan.

 

Dan pada akhirnya, tak ada yang kusesali. Tak ada sedikitpun hal yang kurang sempurna dalam persahabatan kami. Dan jikapun ada, mungkin perpisahan adalah satu-satunya ketidak sempurnaan itu.

silver2

 

6 comments on “Reys Realisku

  1. sunarno2010
    4 April 2014

    ada pertemuan ada perpisahan itulah salah satu tanda kehidupan, bahwa kita memang tidaklah kekal untuk hidup selamanya

    • Ida Ratna Isaura
      5 April 2014

      semoga setelah perpisahan ada pertemuan baru yg lebih baik🙂

      untungnya masih bisa bertemu lagi kok mas hehe😀

      terima kasih kunjungannya. . .

  2. elyakim18
    16 April 2014

    salam lemper😀
    mampir dan follow blog aku ya

  3. Bambang tri reyzany
    7 Mei 2014

    Numpang baca mba’…Waw….Indah banget…Kata2 ny….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 3 April 2014 by in Uncategorized and tagged , , , , , , , .
%d blogger menyukai ini: